Banyak orang yang dengan sikapnya menjadi inspirasi banyak orang..
Begitu juga dengan seorang Donny Moena, yang mempunyai nama lengkap I Nyoman Donny Waspada.
Beliau adalah seorang pengusaha yang bergerak di bidang pertanian, yaitu Toko Buah Moena Fresh yang berada di Bali.
Beliau mempunyai kurang lebih 20 outlet, dengan pegawai lebih dari 300 orang.
Donny Moena memulai usaha ketika dahulu masih duduk di bangku kuliah S1 di IPB.. Saat itu ketika teman-temannya hanya mempunyai kesibukkan seputar dunia kampus, Donny Moena memulai menanam buah melon bersama 6 orang temannya.
Singkat cerita, saat ini hanya Donny Moena yang menjalankan bisnis toko buah Moena Fresh dan ekspor buah-buahan.
Ada hal menarik yang Donny Moena lakukan, yaitu bagaimana cara memperlakukan karyawannya. Donny Moena selalu menomorsatukan kesejahteraan karyawannya.
Misalnya, ketika Donny Moena ingin membeli Moge (motor gede) karena kebetulan hobby balap moge, beliau membelikan 15 orang manajer tokonya sebuah motor second.
Setelah semua terbeli, barulah Donny Moena membeli Moge tersebut.
Begitu juga ketika beliau ingin membeli mobil.. Beliau selalu menggunakan mobil second para manajernya yang sudah 3 tahun digunakan.
Donny Moena juga mengajarkan seluruh karyawannya untuk bisa menginvestasikan dan menyimpan (saving) penghasilannya.
Setiap tahun Donny Moena mengadakan Family Gathering, dimana acara tersebut dihadiri oleh 300 karyawan plus keluarganya (pasangan, anak, orang tua, sampai nenek kakek).
Family Gathering tersebut tentunya menggunakan belasan hingga puluhan armada Bis.
Yang selalu Donny Moena lakukan adalah duduk di Bis paling depan..
Kemudian ia duduk menghadap ke belakang.
Disaat itu Donny Moena bisa melihat seluruh iring-iringan seluruh bis tersebut.
"Ini yang membuat saya harus sukses.. Tuhan menitipkan ribuan orang ini untuk menggantungkan kebutuhan ekonominya di saya"
Hal inilah yang membuat Donny Moena selalu bersungguh-sungguh menjalankan bisnis..
Sebenarnya banyak hal lainnya yang membuat saya takjub tentang bagaimana seorang Donny Moena memperlakukan karyawannya..
Seperti seorang keluarga :)
Ini pun yang saya lihat di Kangen Amazing Team (KAT) yang dipimpin oleh 2 orang tercinta.. Coach Andhyka dan teh Rini..
Percepatan bisnis KAT yang benar-benar meroket tak lain karena coach & teh Rini benar-benar melibatkan kita semua..
Bagaimana mereka berdua melibatkan keluarga dalam menjalankan bisnis kangen water.
Coach menjelaskan detail tentang bisnis kangen water ke teh Rini.. Dan teh Rini ikut mengambil peran dalam berbagai keputusan penting di KAT.
Bagaimana mereka berdua menjadikan keluarga-keluarga kita terlibat di bisnis ini.
Seperti halnya kegiatan 1 muharram kemarin di #pesantrenKAT kita berkumpul bersama keluarga. Menunjukkan kepada keluarga kita bahwa bisnis ini selalu mengutamakan akhirat.
Atau kegiatan olahraga saat ini yang membudayakan olahraga bersama keluarga dan teman.
Bagaimana mereka berdua mencintai kita seperti keluarganya.
Dan pada akhirnya kita jauh lebih mencintai mereka..
Love you even more coach & teh Rini 😘
Hal-hal ini yang mengilhami kita semua untuk menduplikasikan kepada tim kita semua..
Dan di bisnis ini tim kita bukanlah karyawan.. Melainkan partner bisnis yang menjelma menjadi keluarga..
Pada akhirnya KAT memang tentang cinta dan keluarga.
Tim menjadi keluarga..
Seluruh KAT menjadi keluarga..
Ini bisnis cinta 💜
Bogor, 23 Oktober 2015
-Okty Shalihati-
#KATisMyFamily
Sabtu, 24 Oktober 2015
Senin, 12 Januari 2015
(Tidak) Mudah
Ternyata menulis itu (tidak) mudah.
Saya tidak mau mengganti (tidak) mudah menjadi sulit..
Saya tidak mau terkesan pesimis juga..
Ada hal yg lebih (tidak) mudah, yaitu konsistensi dalam menulis..
Saya yang notabene perpaduan antara koleris dan sanguinis, ternyata cukup kuat untuk dijadikan alasan atas ketidak konsistensian saya dalam menulis *alasan aja lu ty*
Hehehe..
Menuangkan apa yang saya lihat & pikirkan ke dalam sebuah tulisan memang merupakan tantangan buat saya..
Jadi ingat, dulu ketika masih duduk di bangku SMA, guru favorit saya yang kebetulan guru bahasa indonesia, memanggil saya ke ruangannya.. Saya ingat betul kalimat yang beliau lontarkan dari mulutnya "Okty, kamu harus ujian ulang khusus bagian mengarang.. Karangan kamu berengsek okty.. Maaf saya harus menggunakan kata itu.. Saya sulit mencari kata yang pas untuk mendeskripsikan kekecewaan saya terhadap karangan yang kamu buat"
Yup, berengsek..
Kalau saat itu sudah ada lagu nya Cita Citata yang berjudul Sakitnya tuh disini, sudah dapat dipastikan saya akan menyanyikan lagu tersebut di hadapannya..
Beliau adalah guru favorit saya.. Beliau adalah teman curhat saya.. Dan beliau lah salah satu motivator saya sehingga saya 3 kali mendapat rangking 1 di kelas selama SMA..
Beliau terkenal sangat baik & bersahabat.. Makanya tidak heran beliau menjadi guru favorit..
Kalau beliau sudah mengeluarkan kalimat ajaib seperti berengsek, tandanya memang tulisan saya saat itu benar-benar hancur..
Banyak pelajaran yang saya ambil dari kejadian tersebut, salah satunya sebagai pemicu saya untuk bisa menuangkan yang saya rasakan ke dalam sebuah tulisan..
Sebagai alasan kenapa saya harus bermanfaat bagi banyak orang melalui sebuah buku yang saya tulis kelak.
Terdengar terlalu optimiskah mempunyai buku yang saya tulis sendiri?
Percaya atau tidak, saat ini saya sudah menulis di catatan kecil judul-judul bab untuk buka saya nanti..
Bahkan menentukan judul setiap bab bukan perkara mudah.. Bagaimana membuat pointers sehingga buku saya nanti terstruktur dan dapat memanjakan para pembaca dan penikmat buku.
Every big step is start from the first step right?
Membuat blog ini adalah salah satu media pembelajaran saya dalam menulis..
Konsisten? Tidak.
Tapi setidaknya saya terus mencoba.
Alasan sibuk dan tidak sempat adalah jurus terhandal untuk dijadikan kambing hitam kenapa blog ini tidak rutin mengeluarkan tulisan.
Mencari ide atau "ilham" tidak semudah yang saya bayangkan..
Biasanya toilet atau kedai kopi adalah tempat dimana ide saya keluar begitu saja.. Mengalir deras tanpa diminta..
Tapi masa iya sih kalau mau cari ide harus ke dua tempat tersebut? :p
Saya pernah menemui seorang penulis buku yang telah menerbitkan puluhan buku, beliau bilang kalau kunci utama dalam menulis adalah "berani menulis di satu kalimat pertama tanpa tapi & tanpa nanti"..
Saya bersyukur berada dilingkungan para penulis.. Ayah saya, Om saya, kakak saya, dan ada beberapa teman dekat saya yang telah banyak menelurkan karya dalam bentuk buku, jurnal, tulisan di koran dan majalah..
Mereka panutan saya..
Tahun 2015 ini saya mencoba untuk "memasarkan" diri saya..
Di kantor, saya harus meningkatkan kinerja saya..
Di bisnis kangen water, saya harus segera menjadi seorang 6A2-3..
Di keluarga, saya harus semakin menjadi seorang yang diandalkan dan dicintai..
Saya harus berlari meningkatkan kapasitas diri saya.
Saya harus haus akan ilmu.
Saya harus selalu belajar dari banyak orang dan banyak hal.
Saya harus belajar menghargai atas skenario indah kehidupan yang Allah berikan.
Saya harus menjadi seorang yang disiplin.
Semoga hal tersebut bisa menjadi dasar naiknya katup diri saya.. Sehingga tahun ini saya bisa menelurkan draft buku saya & 2016 buku tersebut terbit :)
Impian akan hanya menjadi sekedar bunga tidur kalau kita tidak pernah memantaskan diri dengan action
Salam,
@OktyShalihati
Senin, 05 Januari 2015
Sekedar bercerita
Semenjak dipercaya menjadi Manajer SDM & Fasilitas dikantor saat ini, nampaknya saya belum 100% memahami dunia ini secara mendalam.
Kenapa bisa begitu?
Pertama, ini dunia baru buat saya..
Kedua, ini keluar dari zona nyaman saya..
Dan ketiga, menjadi manajer bukan hanya sekedar paham dunianya, tetapi bagaimana kemampuan kita menjadi seorang pemimpin..
Nampaknya poin ketiga ini yang paling sulit 😊
Bagaimana tidak, divisi SDM & Fasilitas berarti bergelut dengan manusia dan benda mati sekaligus.. Bagaimana memanusiakan manusia dan menjaga keseimbangan infrastruktur secara keseluruhan.
Peranan jiwa kepemimpinan amat sangat dibutuhkan.. How we handle the workers and make them happy and always always always obey the rules.
Posisi ini menyenangkan dan menegangkan sekaligus.. Ada jiwa penasaran yang kuat dari dalam diri saya untuk menghandle ini semua. Ya, di 3 bulan saya menjadi manajer ini, nampaknya passion saya dengan dunia ini semakin bertumbuh.. 😊
Malam ini, saya coba membuka semua catatan-catatan kecil hasil rapat dengan pimpinan, manajer lain, dan staf.. Mencoba merasakan apa sih inti dari coretan-coretan yang pernah saya tulis.. Mencoba memahami dan meresapi apa sih poin utama yang harus saya lakukan..
What is excatly the main point and priority i should done..
Tutup mata & bernafas dengan dalam dan tenang.. Memikirikan apa yang terlewat.
Am I just too worry? Or this kind of thing is a common things?
Ahh.. Ga tau!
Salah satu guru kehidupan saya pernah bilang bahwa leaders are readers! So, saya mencoba untuk mencari dan membaca beberapa informasi mengenai banyak hal yang terkait pekerjaan.. Sedikit memaksakan diri untuk mengurangi waktu istirahat dengan googling dan membaca buku..
Terkadang bingung dengan informasi yang saya dapat.. Bagaimana mengolahnya dan mengartikannya.. Hahaha bahkan seringnya begitu.. Pada akhirnya informasi yang saya dapat hanya akan sekedar menambah list buku/jurnal yang saya baca saja 😄
Salah satu hal yang saya sukai saat ini adalah bergaul dengan manajer dari divisi lain, terlepas mereka adalah orang yang menyenangkan untuk dijadikan sahabat, tetapi juga masukan mereka terhadap pekerjaan dan sikap saya amatttt sangat dibutuhkan..
Saya mencoba menginternalisasi mereka satu persatu.. Mencoba menerapkan hukum kaizen, dengan mengambil banyak hal baik untuk saya adopsi dan tiru..
Begitu juga dengan para pimpinan yang amat sangat membantu dan meyakinkan bahwa saya mampu melakukan ini semua..
Para staf yang menerima saya.. Bagaimana "si anak baru" ini didengar.. Ahh ini sudah menjadi hal yang menyenangkan dan meningkatkan rasa percaya diri saya.. 😊
Bersyukur berada dilingkungan ini.. Alhamdulillah..
Semoga saya bisa memberikan yang terbaik di pekerjaan. Bisa menjadi manajer yang dicintai. Bisa bersikan adil dan tegas. Aamiin YRA.
Can I have your Aamiin? 😊
Langganan:
Postingan (Atom)