Kamis, 11 Juli 2013

Excited!!!

Assalamualaikum..

Saya dan suami sedang bersemangat dalam menjalankan bisnis baru alhamdulillah..
CASCO? itu sih jangan ditanya.. InsyaAllah selalu bersemangat menjalaninya..
Bisnis baru ini membuat saya dan suami semakin bersemangat untuk bersedekah dan berbagi..
Nanti saya akan menjelaskan detail bisnis yang sedang dijalani..
Mohon doanya ya :)

Jumat, 05 Juli 2013

Path

Assalamualaikum..

Bukan Path social media yang dimaksudkan judul tulisan ini..
Path atau jalan kehidupan yang sekarang sedang menggerogoti pikiran saya.

Terkadang ketika berdoa, saya bertanya "Ya Allah, sebenernya jalan hidup saya kedepan apa? Mohon petunjuk.. Saya ingin tahu menjadi apa saya nanti? Berada dimana saya nanti?"

Penasaran.

Tapi, pernah terpikir ga sih kalau kita tahu dengan jelas kehidupan kita di masa yang akan datang, kayanya usaha kita tidak akan sekeras sekarang..
"Tenang aja 3 tahun dari sekarang gw pasti jadi seorang bintang film. Pasti"
Dan saya tidak akan berusaha.

Ini bukan berbicara tentang misteri.. Bukan..
Atau sulap.. Apalagi itu..

Ini agar kita berjuang sekeras mungkin.. Ikhtiar.. Berdoa hingga airmata ini habis.. Bertawakal..
Allah senang dengan hamba yang memohon kepadaNya.. Allah senang dengan hamba yang ikhtiar..

Allah mau kasih kita surprise.

Berbicara mengenai jodoh, kalau kita sudah tahu jodoh kita siapa, kayanya pas kita akhil balig langsung cari jodoh kita siapa..
Ga akan ada lagi istilah galau & perjalanan cinta yang berliku..
Ga akan lagi ada pembelajaran.

Dari jaman saya kecil, impian saya menjadi pengusaha sukses.. Just like my grandpa (alm)..

Sekarang alhamdulillah saya mempunyai usaha bersama dengan suami dan beberapa orang teman..

Saya? Dikantor. Kerja dengan orang.

Apakah dengan kerja dikantor saya tahu saya akan jadi apa? Belum tentu.
Mudah-mudahan dengan ikhtiar doa tawakal Allah memberikan yang terbaik bagi kehidupan dunia akhirat saya dan keluarga. Aamiin YRA..

Biarkan ini tetap menjadi surprise dari Allah SWT..

Wallahualam..

Kamis, 04 Juli 2013

Rindu

Assalamualaikum..

Minggu ini kali kedua saya duduk di starbucks rest area cibubur square km10,6..
Bukan karena saya hobi dan suka diam disini.. Bukan..
Tapi karena rest area ini jadi salah satu tempat yang nyaman untuk istirahat dari kepenatan jalanan yang macet atau menunggu supir jumatan seperti yang saya lakukan sekarang..

Banyak hal yang terlintas di benak saya.. Ya saat ini bisa dikatakan saya sedang melamun.. Mungkin ini efek dari segelas kopi pahit dan kesendirian tidak ada teman mengobrol..

Pikiran saya sedang tenggelam mengingat kegiatan yang saya lakukan tadi shubuh.. Betapa hectic tadi pagi..
Saya harus dikantor jam 6 dan kemudian lanjut meeting di kuningan jakarta..
Betapa saya tega meninggalkan Amira yang sedang terlelap dan bermimpi bermain dengan saya di pagi harinya..

Amira..
Selalu nama cantik itu yang mempunyai porsi terbesar di kepala saya saat ini.. Kapanpun..
Dimana dilema terus menghantui saya.. Tapi saya sangat yakin, apa yang saya lakukan adalah jalan yang Allah kasih.. Saya sangat yakin apa yang saya dan suami lakukan berada di dalam jalan menuju impian kami..

Bersyukur.
Saya harus bersyukur bahwa saya dan kegiatan-kegiatan yang saya lakukan bisa berdamai dalam satu kata fleksibilitas.
Saya masih bisa mengatur jadwal menghabiskan waktu dengan keluarga..
Masih bisa berangkat jam 7.15 pagi dan sudah duduk manis dirumah 17.15..

Tapi hari ini saya sedang tidak bisa berdamai dengan fleksibilitas..

Saya Rindu.

Selasa, 02 Juli 2013

2 tahun pernikahan kami..

Assalamualaikum..

Alhamdulillah tidak terasa pernikahan saya dengan suami hari ini (3Juli2011- 3Juli2013) tepat 2 tahun..
Semoga pernikahan kami langgeng, keluarga sakinah mawahdah warahmah, keluarga di dunia & akhirat kelak, keturunan sholeh sholehah.. Aamiin YRA..
;)

Senin, 01 Juli 2013

Miris..

Assalamualaikum..

Benar-benar speechless..
Fenomena anak balita yang jadi peminta-minta di lampu merah makin lama makin tinggi jumlahnya..
Setiap berhenti di lampu merah, jadi semakin banyak lihat anak-anak kecil (balita bahkan), mengemis ke kendaraan yang berhenti.
Di umur mereka, sebenarnya belum tahu uang itu apa..
Dari umur segitu sudah dibiasakan mental meminta-minta.. Mental bahwa dengan tidak melakukan apapun (hanya meminta), sudah dapat apa yang dimau..
Mereka itu Bangsa Indonesia..
Penerus masa depan Indonesia.
Bagaimana kalau hal ini terus didiamkan?
Pemerintah saya yakin sudah banyak melakukan hal-hal untuk menanggulangi, seperti membangun kesadaran, memfasilitasi dengan memberikan keterampilan-keterampilan, sampai mengungkap "sistem/organisasi" dibalik para peminta-minta.

Tapi apakah cukup?


Kalau bertemu mereka dijalan, jangan dikasih uang ya.. Ajarkan bahwa uang didapatkan kalau kita mau berusaha..

Terus, apa yang harus saya lakukan? Kita lakukan?