Minggu, 16 Agustus 2020

Ada apa dengan Cinta?

Ada apa dengan cinta?

bukan judul filmnya Dian Sastro yang jelas.. heheheh..

terakhir posting 2015..

kebiasan menulis blog sedikit-sedikit tergantikan dengan vlog.. banyak orang beralih ke youtube. Blogger terkenal seperti Raditya Dika pun sekarang menjadi youtuber luar biasa dengan jutaan subscriber.. bahkan sebelum "TV masuk ke Youtube", raditya dika pernah menjadi no 1 yotuber Indonesia. Dan saya pun kembali menjadi penikmat youtube.. seolah-olah "hari ini gini masih nge-blog" begitu kuat membisikki telinga saya.. sehingga saya pun keasikan untuk tidak nge-blog..

Tapi, pikiran ingin membuka blog tetiba muncul di siang hari ini.

dan Ya... saya berhasil login ke blog ini.. wuihh masih ingat passwordnya ternyata.

kemudian.. saya terhanyut dengan membaca tulisan-tulisan saya di blog ini yang tidak seberapa jumlahnya tapi punya "magic" tersendiri.. saya jadi kembali ke masa itu.. merasakan apa yang saya tulis.. meliarkan imajinasi saya karena terpentok ingatan yang timbul tenggelam.

Ada apa dengan Cinta?

ada apa dengan rasa itu dimana menulis blog ini adalah salah satu bentuk cinta.. bentuk kecintaan saya terhadap diri sendiri.. ya, menulis bisa menjadi self healing untuk saya..

kemana aja saya dari 2015?

hmm sebentar-sebentar saya ingat-ingat...

wah banyak sekali...

dari mulai resign awal 2017, kemudian peningkatan-peningkatan bisnis, naik turunya kehidupan (tsahhhh tapi benar saya mendapat goncangan hidup di 2018).. sampai akhirnya saya mendapat tawaran menjadi seorang dosen di SB-IPB.. dan disinilah saya.. ditemani Amira si anak kecil yang sudah menjadi dewasa di umur 8 tahun ini.. menjadi seorang dosen dengan segala kebahagiannya.. 

hmm.. apakah saya akan mulai nge-blog lagi?

i think so.. but let's see 😉



Sabtu, 24 Oktober 2015

Bisnis Cinta

Banyak orang yang dengan sikapnya menjadi inspirasi banyak orang..
Begitu juga dengan seorang Donny Moena, yang mempunyai nama lengkap I Nyoman Donny Waspada.

Beliau adalah seorang pengusaha yang bergerak di bidang pertanian, yaitu Toko Buah Moena Fresh yang berada di Bali.

Beliau mempunyai kurang lebih 20 outlet, dengan pegawai lebih dari 300 orang.

Donny Moena memulai usaha ketika dahulu masih duduk di bangku kuliah S1 di IPB.. Saat itu ketika teman-temannya hanya mempunyai kesibukkan seputar dunia kampus, Donny Moena memulai menanam buah melon bersama 6 orang temannya.

Singkat cerita, saat ini hanya Donny Moena yang menjalankan bisnis toko buah Moena Fresh dan ekspor buah-buahan.

Ada hal menarik yang Donny Moena lakukan, yaitu bagaimana cara memperlakukan karyawannya. Donny Moena selalu menomorsatukan kesejahteraan karyawannya.

Misalnya, ketika Donny Moena ingin membeli Moge (motor gede) karena kebetulan hobby balap moge, beliau membelikan 15 orang manajer tokonya sebuah motor second.
Setelah semua terbeli, barulah Donny Moena membeli Moge tersebut.

Begitu juga ketika beliau ingin membeli mobil.. Beliau selalu menggunakan mobil second para manajernya yang sudah 3 tahun digunakan.

Donny Moena juga mengajarkan seluruh karyawannya untuk bisa menginvestasikan dan menyimpan (saving) penghasilannya.

Setiap tahun Donny Moena mengadakan Family Gathering, dimana acara tersebut dihadiri oleh 300 karyawan plus keluarganya (pasangan, anak, orang tua, sampai nenek kakek).

Family Gathering tersebut tentunya menggunakan belasan hingga puluhan armada Bis.
Yang selalu Donny Moena lakukan adalah duduk di Bis paling depan..
Kemudian ia duduk menghadap ke belakang.
Disaat itu Donny Moena bisa melihat seluruh iring-iringan seluruh bis tersebut.

"Ini yang membuat saya harus sukses.. Tuhan menitipkan ribuan orang ini untuk menggantungkan kebutuhan ekonominya di saya"

Hal inilah yang membuat Donny Moena selalu bersungguh-sungguh menjalankan bisnis..

Sebenarnya banyak hal lainnya yang membuat saya takjub tentang bagaimana seorang Donny Moena memperlakukan karyawannya..
Seperti seorang keluarga :)

Ini pun yang saya lihat di Kangen Amazing Team (KAT) yang dipimpin oleh 2 orang tercinta.. Coach Andhyka dan teh Rini..

Percepatan bisnis KAT yang benar-benar meroket tak lain karena coach & teh Rini benar-benar melibatkan kita semua..

Bagaimana mereka berdua melibatkan keluarga dalam menjalankan bisnis kangen water.

Coach menjelaskan detail tentang bisnis kangen water ke teh Rini.. Dan teh Rini ikut mengambil peran dalam berbagai keputusan penting di KAT.

Bagaimana mereka berdua menjadikan keluarga-keluarga kita terlibat di bisnis ini.

Seperti halnya kegiatan 1 muharram kemarin di #pesantrenKAT kita berkumpul bersama keluarga. Menunjukkan kepada keluarga kita bahwa bisnis ini selalu mengutamakan akhirat.
Atau kegiatan olahraga saat ini yang membudayakan olahraga bersama keluarga dan teman.

Bagaimana mereka berdua mencintai kita seperti keluarganya.
Dan pada akhirnya kita jauh lebih mencintai mereka..
Love you even more coach & teh Rini 😘

Hal-hal ini yang mengilhami kita semua untuk menduplikasikan kepada tim kita semua..

Dan di bisnis ini tim kita bukanlah karyawan.. Melainkan partner bisnis yang menjelma menjadi keluarga..

Pada akhirnya KAT memang tentang cinta dan keluarga.
Tim menjadi keluarga..
Seluruh KAT menjadi keluarga..

Ini bisnis cinta 💜

Bogor, 23 Oktober 2015

-Okty Shalihati-

#KATisMyFamily

Senin, 12 Januari 2015

(Tidak) Mudah

Ternyata menulis itu (tidak) mudah.
Saya tidak mau mengganti (tidak) mudah menjadi sulit..
Saya tidak mau terkesan pesimis juga.. 
Ada hal yg lebih (tidak) mudah, yaitu konsistensi dalam menulis..
Saya yang notabene perpaduan antara koleris dan sanguinis, ternyata cukup kuat untuk dijadikan alasan atas ketidak konsistensian saya dalam menulis *alasan aja lu ty* 
Hehehe..

Menuangkan apa yang saya lihat & pikirkan ke dalam sebuah tulisan memang merupakan tantangan buat saya..

Jadi ingat, dulu ketika masih duduk di bangku SMA, guru favorit saya yang kebetulan guru bahasa indonesia, memanggil saya ke ruangannya.. Saya ingat betul kalimat yang beliau lontarkan dari mulutnya "Okty, kamu harus ujian ulang khusus bagian mengarang.. Karangan kamu berengsek okty.. Maaf saya harus menggunakan kata itu.. Saya sulit mencari kata yang pas untuk mendeskripsikan kekecewaan saya terhadap karangan yang kamu buat"
Yup, berengsek..
Kalau saat itu sudah ada lagu nya Cita Citata yang berjudul Sakitnya tuh disini, sudah dapat dipastikan saya akan menyanyikan lagu tersebut di hadapannya..

Beliau adalah guru favorit saya.. Beliau adalah teman curhat saya.. Dan beliau lah salah satu motivator saya sehingga saya 3 kali mendapat rangking 1 di kelas selama SMA..
Beliau terkenal sangat baik & bersahabat.. Makanya tidak heran beliau menjadi guru favorit..
Kalau beliau sudah mengeluarkan kalimat ajaib seperti berengsek, tandanya memang tulisan saya saat itu benar-benar hancur..

Banyak pelajaran yang saya ambil dari kejadian tersebut, salah satunya sebagai pemicu saya untuk bisa menuangkan yang saya rasakan ke dalam sebuah tulisan..
Sebagai alasan kenapa saya harus bermanfaat bagi banyak orang melalui sebuah buku yang saya tulis kelak.

Terdengar terlalu optimiskah mempunyai buku yang saya tulis sendiri?
Percaya atau tidak, saat ini saya sudah menulis di catatan kecil judul-judul bab untuk buka saya nanti..
Bahkan menentukan judul setiap bab bukan perkara mudah.. Bagaimana membuat pointers sehingga buku saya nanti terstruktur dan dapat memanjakan para pembaca dan penikmat buku.
Every big step is start from the first step right?

Membuat blog ini adalah salah satu media pembelajaran saya dalam menulis..
Konsisten? Tidak.
Tapi setidaknya saya terus mencoba.
Alasan sibuk dan tidak sempat adalah jurus terhandal untuk dijadikan kambing hitam kenapa blog ini tidak rutin mengeluarkan tulisan.

Mencari ide atau "ilham" tidak semudah yang saya bayangkan..
Biasanya toilet atau kedai kopi adalah tempat dimana ide saya keluar begitu saja.. Mengalir deras tanpa diminta..
Tapi masa iya sih kalau mau cari ide harus ke dua tempat tersebut? :p

Saya pernah menemui seorang penulis buku yang telah menerbitkan puluhan buku, beliau bilang kalau kunci utama dalam menulis adalah "berani menulis di satu kalimat pertama tanpa tapi & tanpa nanti"..
Saya bersyukur berada dilingkungan para penulis.. Ayah saya, Om saya, kakak saya, dan ada beberapa teman dekat saya yang telah banyak menelurkan karya dalam bentuk buku, jurnal, tulisan di koran dan majalah..

Mereka panutan saya..

Tahun 2015 ini saya mencoba untuk "memasarkan" diri saya..
Di kantor, saya harus meningkatkan kinerja saya..
Di bisnis kangen water, saya harus segera menjadi seorang 6A2-3..
Di keluarga, saya harus semakin menjadi seorang yang diandalkan dan dicintai..
Saya harus berlari meningkatkan kapasitas diri saya.
Saya harus haus akan ilmu.
Saya harus selalu belajar dari banyak orang dan banyak hal.
Saya harus belajar menghargai atas skenario indah kehidupan yang Allah berikan.
Saya harus menjadi seorang yang disiplin.

Semoga hal tersebut bisa menjadi dasar naiknya katup diri saya.. Sehingga tahun ini saya bisa menelurkan draft buku saya & 2016 buku tersebut terbit :)

Impian akan hanya menjadi sekedar bunga tidur kalau kita tidak pernah memantaskan diri dengan action

Salam,
@OktyShalihati


Senin, 05 Januari 2015

Sekedar bercerita

Semenjak dipercaya menjadi Manajer SDM & Fasilitas dikantor saat ini, nampaknya saya belum 100% memahami dunia ini secara mendalam.
Kenapa bisa begitu?
Pertama, ini dunia baru buat saya..
Kedua, ini keluar dari zona nyaman saya..
Dan ketiga, menjadi manajer bukan hanya sekedar paham dunianya, tetapi bagaimana kemampuan kita menjadi seorang pemimpin..

Nampaknya poin ketiga ini yang paling sulit 😊
Bagaimana tidak, divisi SDM & Fasilitas berarti bergelut dengan manusia dan benda mati sekaligus.. Bagaimana memanusiakan manusia dan menjaga keseimbangan infrastruktur secara keseluruhan.
Peranan jiwa kepemimpinan amat sangat dibutuhkan.. How we handle the workers and make them happy and always always always obey the rules. 

Posisi ini menyenangkan dan menegangkan sekaligus.. Ada jiwa penasaran yang kuat dari dalam diri saya untuk menghandle ini semua. Ya, di 3 bulan saya menjadi manajer ini, nampaknya passion saya dengan dunia ini semakin bertumbuh.. 😊

Malam ini, saya coba membuka semua catatan-catatan kecil hasil rapat dengan pimpinan, manajer lain, dan staf.. Mencoba merasakan apa sih inti dari coretan-coretan yang pernah saya tulis.. Mencoba memahami dan meresapi apa sih poin utama yang harus saya lakukan.. 
What is excatly the main point and priority i should done..

Tutup mata & bernafas dengan dalam dan tenang.. Memikirikan apa yang terlewat.
Am I just too worry? Or this kind of thing is a common things?
Ahh.. Ga tau!

Salah satu guru kehidupan saya pernah bilang bahwa leaders are readers! So, saya mencoba untuk mencari dan membaca beberapa informasi mengenai banyak hal yang terkait pekerjaan.. Sedikit memaksakan diri untuk mengurangi waktu istirahat dengan googling dan membaca buku..
Terkadang bingung dengan informasi yang saya dapat.. Bagaimana mengolahnya dan mengartikannya.. Hahaha bahkan seringnya begitu.. Pada akhirnya informasi yang saya dapat hanya akan sekedar menambah list buku/jurnal yang saya baca saja 😄

Salah satu hal yang saya sukai saat ini adalah bergaul dengan manajer dari divisi lain, terlepas mereka adalah orang yang menyenangkan untuk dijadikan sahabat, tetapi juga masukan mereka terhadap pekerjaan dan sikap saya amatttt sangat dibutuhkan.. 
Saya mencoba menginternalisasi mereka satu persatu.. Mencoba menerapkan hukum kaizen, dengan mengambil banyak hal baik untuk saya adopsi dan tiru..

Begitu juga dengan para pimpinan yang amat sangat membantu dan meyakinkan bahwa saya mampu melakukan ini semua..

Para staf yang menerima saya.. Bagaimana "si anak baru" ini didengar.. Ahh ini sudah menjadi hal yang menyenangkan dan meningkatkan rasa percaya diri saya.. 😊

Bersyukur berada dilingkungan ini.. Alhamdulillah..
Semoga saya bisa memberikan yang terbaik di pekerjaan. Bisa menjadi manajer yang dicintai. Bisa bersikan adil dan tegas. Aamiin YRA.

Can I have your Aamiin? 😊

Rabu, 31 Desember 2014

Terima kasih 2014

In the end, it's not the years in your life that count. 
It's the life in your years.
-Abraham Lincoln-


2014 bukan sekedar angka yang menandakan tahun semata, melainkan angka sebagai saksi hidup proses pendewasaan diri..
Mungkin terdengar berat bahkan sedikit lebay, tetapi saya punya alasan yang cukup kuat kenapa 2014 menjadi salah satu tahun spesial.

Saya berharap 2014 bukan tahun terhebat saya... bahkan saya berharap 2015 esok pun bukan tahun terhebat saya...

Cerita tentang kehidupan di 2014 sudah banyak saya tulis disini :)

intinya 2014 adalah tahun yang akan selalu dikenang dimana banyak lonjakan-lonjakan yang terjadi.. Well every year is a great year tough, and there were always a "hikmah" behind every thing..

Terima kasih Ya Rabb atas perjalanan di tahun ini.. Terima kasih telah membuat saya menjadi lebih dewasa dalam memaknai jalan cerita kehidupan ini..

dan Selamat Datang tahun 2015 :)
I know it will a great year too 

Minggu, 12 Oktober 2014

Untukmu, nak.

Ibu mana yg tega menitipkan anaknya ke orang lain..

Walau yg dititip bukan "orang lain", melainkan neneknya..

Tapi sungguh, hati ini berat..

Anakku sayang, Mama dan Papa mu sedang berjuang.. Untukmu.. 
Tidak lama lagi, perjuangan ini akan terbayar dengan seringnya waktu yg kita habiskan..

Doakan kami nak, supaya semua impian kami terwujud.. Untukmu..

We will fight what ever it takes..
1 tahun.. 2 tahun.. Selebihnya mari kita rayakan apa itu kehidupan..

Suatu saat kamu akan mengerti nak kalau ini semua untukmu, nak..

Kamis, 02 Oktober 2014

Terimakasih atas 1 Tahun terakhir ini.. Pendewasaan diri yang amat sangat berharga :)

Saya mau sedikit bercerita tentang kehidupan di satu tahun terakhir ini..
Awalnya saya enggan menceritakan di blog ini. tapi saya pikir, kenapa ga saya sharing saja.

Setahun terakhir ini saya stop menulis di blog.. bukan hanya karena saya tidak terlalu suka menulis, tetapi karena saya sedang mengalami pertikaian batin (duh bahasanya... hehehe)..

Lagi-lagi tentang keluarga, bisnis, dan kerjaan..
Tepat setahun lalu, saya ngobrol dengan suami.. Saat itu suami sudah mulai berbisnis Kangen Water.
Tapi memang masih fokus di jual airnya.. bukan jual mesinnya seperti saat ini.
Dari segi penghasilan sudah alhamdulillah untuk memenuhi kehidupan keluarga kecil kami & menabung..
Singkat cerita suami mendukung saya bekerja tetapi berharap saya resign kantor untuk menemani Amira di rumah..
Saat itu saya tanyakan ke suami, apakah suami menginginkan saya dirumah? kalau suami meminta, selama itu untuk kebaikan, saya sebagai istri wajib memenuhi..
Saat itu suami hanya diam.. dan akhirnya bilang, kalau saya harus lanjutkan bekerja, dan mengingatkan saya untuk selalu balance dalam hal urusan keluarga.. concern kami adalah Amira.

Puncaknya, Amira sempat masuk rumah sakit selama 4 hari 3 malam.. waktu itu sekitar bulan Februari 2014.. Mungkin saat itu adalah masa terberat saya dalam menjalani hidup..
Bagaimana tidak, melihat anak sendiri harus menahan sakit karena di infus..

semenjak itu batin saya teriak.. saya ingin selalu menemani Amira..

Singkat cerita, bulan April saya mengajukan resign secara lisan terlebih dahulu..
Saya ingat beberapa klien kantor menanyakan alasan kenapa saya resign..
dan manajemen kantor menceritakan tentang tujuan jangka pendek maupun jangka panjang dimana saya termasuk didalamnya..

Istikoroh terus dilakukan.. minta pendapat dan doa suami dan orang tua..

Akhirnya... saya tidak jadi resign.. InsyaAllah yg terbaik.. :)

Beberapa bulan berikutnya, saya melihat bisnis suami di kangen water semakin maju.. hutang-hutang bisnis terdahulu dan hutang pribadi kami sedikit demi sedikit bisa terbayar.. alhamdulillah..
Pengalaman saya menjalankan bisnis, membuat suami selalu mengajak diskusi mengenai bisnis hingga setting up target bisnis bersama..

Disitu saya bersyukur mempunyai suami yang terbuka dengan semua masukan.. suami yang mau diajak diskusi.. walaupun ketika diskusi tak jarang kami saling "ego".. hehehehe..

Berpikir strategic dalam menjalankan bisnis.. setting target.. membangun team.. hal-hal tersebut benar-benar passion saya.
Pengalaman berbisnis dimulai dari SMA, saat itu memang masih jual beli sepatu.. kemudian berlanjut ketika S1 broker produksi konveksi, buku tahunan, tempat les bahasa inggris, hingga gabung di tianshi (salah satu waktu terbaik dalam hidup karena benar-benar merubah mindset dan attitude saya).. terakhir bisnis ketika s2 yaitu membuat usaha bakso.. semuanya bangkrut :p
Alhamdulillah yang masih bertahan bisnis CASCO (cuci helm)..

Saya belajar berbisnis dari Kakek saya (dari Mamah), bahkan beberapa minggu sebelum beliau meninggal, beliau memanggil saya dan memberikan nasihat terakhir tentang menjalankan bisnis (beliau seorang pengusaha yang amat sangat berhasil).. dan mengutarakan harapannya, bahwa penerus beliau sebagai pengusaha adalah saya.. ahh kalau ingat itu air mata tak terbendung.. how i miss u Apa.. :)

Oke, mungkin bercerita tentang bisnis butuh 1 page tersendiri.. let's back to topic..

Perasaan menjalankan bisnis kangen water yang benar-benar menantang diri dan membuka banyaaakk katup diri kami, serta ingin memberikan banyak waktu dengan keluarga khususnya Amira, akhirnya membuat saya jadi galau.. ikut-ikutan ABG galau hahahha...

Awal ramadhan kemarin, saya mencoba "sedekah gila".. sedekah mengeluarkan semua uang kami yang tidak seberapa (abis bayar utang) untuk disedekahkan.. Meminta kepada Allah ketetapan hati dan ditunjukkan jalan yang terbaik..
Istikoroh meminta yang terbaik.. Tanya pendapat suami, papah, mamah, ibu, bapak tentang perihal resign saya. Papah & Ibu sepakat saya resign dan fokus Amira.. Mamah saya diam karena ingin saya tetap di MB dan menjadi dosen.. Bapak mertua saya menanyakan perihal kuliah S3 di Indiana University yang sedang saya proses..
Kali ini saya serius dengan keputusan saya.

Akhirnya saya memberanikan diri berbicara keinginan saya tentang resign kepada manajemen kantor.
Bismillah..

Nangis.. deg-degan.. menjadi satu...

Tekad saya sudah bulat...

Sampai akhirnya... saat itu pimpinan coba berbicara dengan Papah mengenai visi jangka panjang dan pendek yang melibatkan saya didalamnya.. Papah saat itu meminta saya untuk berpikir ulang mengenai keinginan saya..
sampai suatu saat, Mamah bilang "Teh, kalau ada 2 pilihan yang sama-sama baik (A dan B), kemudian kita memilih A.. tapi ternyata banyak orang baik meminta kita memilih B dengan alasan yang baik pula, mungkin itu jawaban istikoroh mu"

Nangis... perih... galau..
Istikoroh...
Berdoa..
Ya Allah...

Saya berbicara dari hati ke hati dengan papah mamah... walaupun saya seorang istri, tapi pendapat mereka masih saya butuhkan..
saya berbicara dengan suami..

dan akhirnya.. bismillah saya lanjutkan kerja..

MULTITASKING...
Semenjak saat itu saya semakin men-setting harus mampu multitasking..
dan setting up unconsious mind :)
I love my family..
I love my job..
I love my business..
and everything is going well..

Aamiin YRA..
Bismillah.. Biidznillah..

Seiring sejalan, saat ini alhamdulillah saya bisa menemani suami menjalani bisnis kangen water.. edukasi dan membangun tim..
Bisa mengajari Amira mengaji dan bermain..
Bisa liburan dengan keluarga..
Dan pekerjaan di kantor berjalan dengan baik...

Saat ini saya mendapat amanah baru menjadi manajer SDM & Fasilitas.. dunia baru buat saya.. karena selama ini saya berada di divisi kerjasama dan pelatihan..
tapi ini tantangan buat saya.. saya harus bekerja maksimal..

Alhamdulillah mendapat tim kerja yang mendukung..
Alhamdulillah saat ini bisnis suami terus berkembang..
Alhamdulillah Amira semakin pintar..
Alhamdulillah masih bisa berbagi..
Alhamdulillah masih bisa liburan,,

Alhamdulillah Ya Allah.. Pelajaran berharga untuk saya..

Saya hanya kurang bersyukur.. Astagfirullah..

Terimakasih atas 1 tahun pelajaran berharga yang Engkau berikan..
Terimakasih atas keluarga yang selalu menemani dan menggenggam tangan..
Terimakasih atas semuanya..