Yup jujur deh.. Sejauh mana kita berani untuk selalu jujur?
Sebagai muslim kita tidak diperbolehkan berbohong...
Ada hadist yg diriwayatkan oleh Abu Hurairah, ttg Nabi Ibrahim yg telah berbohong sebanyak tiga kali, dua di antaranya menyangkut Dzat Allah, yaitu ucapannya: Sesungguhnya aku sakit. (Qs. Ash Shaffaat 37: 89). Dan ucapannya: Sebenarnya patung yang besar itulah yang memukulnya. (Qs. Al-Anbiyaa’ 21: 63). Yang satu lagi adalah menyangkut diri Sarah. Karena beliau datang ke sebuah negeri yang dikuasai seorang raja diktator bersama Sarah yang ketika itu sebagai seorang wanita yang paling cantik. Berkatalah ia kepada Sarah: Sesungguhnya raja diktator ini, jika ia mengetahui bahwa kamu adalah istriku maka dia akan mengalahkanku untuk merebutmu. Maka jika dia bertanya kepadamu katakanlah kepadanya bahwa kamu adalah saudara perempuanku. Sesungguhnya kamu memang saudara perempuanku dalam Islam..
Ada alasan.. Dan untuk kebaikan & mengungkap kebenaran..
Istilah berbohong demi kebaikan itu yg seperti apa sih sebenernya??
Apa kalau ada tamu datang kerumah malam-malam, dan bilang "saya ganggu ya datang jam segini?"
Lalu kalau jujur kita bilang "iya sebenernya kamu mengganggu.. Saya sudah ngantuk.. Kenapa bertamu jam segini?"
Tapi yang keluar dari mulut..
"Engga ko ga apa2.."
Atau saat ketemu teman lama di suatu tempat "hai apakabar lu?"
Mungkin ga kita jawab jujur "kabar gw? Gw lagi capek banget.. Kurang tidur.. Banyak kerjaan.. Ya gw bersyukur dikasih Allah kerjaan. Yg jelas gw sekarang lagi males ngomong.. Udah ya.."
Tapi yg keluar dari mulut kita..
"Baik baik.. Apakabar juga lu?"
Apakah itu berbohong?
Kalau memang iya, apakah kita bisa untuk jujur?
Ya Allah.. Sesungguhnya hamba tak layak masuk ke surgaMu.. Tapi hamba takut akan siksa neraka.. Maka terimalah taubat kami.. Sesungguhnya Engkau Maha Penerima Taubat.. Aamiin YRA..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar