Senin, 24 Oktober 2011

How Safe is Your Safety Gear?

Seorang sahabat nulis artikel ini... namanya Putra Fajar Pratama.. @putraFP)..
menurut saya ini artikel yang sangat bagus..
Bisa juga artikel dilihat disini :

Baru-baru ini 2 kecelakaan besar terjadi dalam perhelatan MotoGP. Jorge Lorenzo, pembalap andalan Yamaha mengalami putus jari dalam pemanasan di sirkuit Philip Island Australia, bahkan pembalap Gresini Honda Marco Simoncelli mengalami kecelakaan yang berujung pada kematian di Sepang, Malaysia 23 Oktober 2011 kemarin.
Ada beberapa hal yang sangat menarik untuk dibahas terkait dengan kecelakaan naas tersebut. Seorang pembalap pasti sudah dibekali dengan Safety Gear (SG) dengan kualitas bintang lima.  Sebelumnya, apa sajakah safety gear yang wajib dikenakan oleh para rider MotoGP tersebut?

Helm
Helm adalah salahsatu SG paling vital karena berfungsi melindungi bagian kepala dari benturan. Di MotoGp sendiri, helm-helm yang digunakan sudah pasti mempunyai kualitas sangat baik dan lolos dari berbagai uji ketahanan helm. Suatu helm yang layak untuk digunakan dalam MotoGP harus lolos oleh uji yang dilakukan oleh Snell Foundation, yaitu lembaga yang ditunjuk FIM (lembaga motorsport internasional) untuk menguji apakah suatu helm aman untuk digunakan atau tidak.
Dalam uji ketahanan helm tersebut, banyak tahap yang harus dilalui sang helm (source : MotoGP Lover’s http://www.facebook.com/note.php?note_id=228740343850301), yaitu :
1. Helm memiliki lapisan polystyrene dgn tingkat ketebalan 2,5 cm. Lapisan ini berfungsi meredam benturan saat terjadi kecelakaan.
2. Flame Resistance Test yaittu Helm harus didinginkan pada suhu -10°C & langsung dipanaskan pada suhu 50°C. Setelah itu, helm direndam di air selama 12 jam untk mengetahui keadaan helm saat berada dalam kondisi balapan.
3.Impact test yaitu helm dijatuhkan dari jarak 2,5 meter namun dengan kecepatan 20,8 km/jam plus jatuh pada permukaan besi.
4. Positional Stability (Roll-Off) Tes terkait dengan kekuatan tali pengamam yang memastikan helm tidak terlepas saat sang pembalap terjatuh.
Tes di atas hanya sebagian ujicoba yg hrs dilewati helm sebelum bisa dipakai membalap.
Total ada tujuh test yang yang terdiri dari
1.Impact Test.
2. Positional Stability (Roll-Off) Test.
3. Dynamic Retention Test.
4. Chin Bar Test.
5. Shell Penetration Test.
6. Faceshield Penetration Test.
7. Flame Resistance Test.
Jika sudah melewati seluruh syarat tersebut, sebuah helm dipastikan siap digunakan di ajang MotoGP.

Wearpack
Wearpack atau disebut juga pakaian khusus rider MotoGP memang tidak dibuat sembarangan. Rider MotoGP paling rentan jatuh ketika sedang mengendarai motornya, dan dengan alasan tersebut wearpack ini dibuat guna melindungi sekujur badan dari luka yang parah. Bagaimanakah karakteristik wearpack seorang rider MotoGP??berikut beberapa detailnya (source :  MotoGP Lover’s http://www.facebook.com/note.php?note_id=228740343850301)

a. Perlindungan
Bahan pakaian yang dikenakan oleh para rider MotoGP ini harus aerodinamis, kemudahan dalam bernafas, nyaman, tahan lama, fleksibel, ringan dan tahan air. Bahan yang cocok untuk mendukung semua syarat tersebut adalah berasal dari kulit kanguru yang lebih tahan, lebih fleksibel dan lebih ringan dari pada kulit sapi. Kulit kanguru ini bisa melindungi tubuh yang rentan terhadap dampak kecelakaan seperti bagian punggung, siku dan lutut
Untuk bagian punggung, bisa kita lihat pakaian tersebut mempunyai punuk seperti unta. Fungsi dari punuk tersebut adalah mensejajarkan punggung dengan helm yang digunakan sehingga leher rider tidak tertekuk ketika jatuh meluncur disirkuit. Selain itu, juga untuk tempat menyimpan air minum untuk rider yang dihubungkan dengan helm. Meskipun terlihat mengganggu, namun nyatanya pakaian tersebut tetap fleksibel untuk memungkinkan gerakan.
Bagian dalam pakaian tersebut, menggunakan kombinasi bahan dari karbon, kevlar dan titanium yang didesain sedemikian rupa tanpa membuat rider merasa berat untuk mengenakannya. Berat total pakaian tersebut berkisar antara 3 kg sampai 3.5 kg.

b. Sepatu Boots, Sarung Tangan dan Knee Sliders
Selain pakaian yang dikenakan, ada setelan lagi untuk keselamatan rider ini, yaitu sepatu boots, sarung tangan dan knee sliders. Sepatu boots ini harus kuat namun fleksibel dan ringan sehingga tidak memberatkan rider dan juga untuk mengurangi resiko luka parah yang diakibatkan kecelakaan pada kecepatan yang tinggi.
Demikian pula pada sarung tangan, harus cukup ringan dan tidak menghalangi rasa pegangan pada setang. Resiko luka yang paling besar ada pada ibu jari, pergelangan tangan dan telapak tangan.
Rider ini juga mengenakan knee sliders. Knee Sliders inilah yang melindungi lutut rider pada saat berbelok. Pada saat itu slider lutut ini akan menyentuh jalan sirkuit pada sudut 55o. Maka dari itu, alat ini lama kelamaan akan rusak, sehingga harus diganti setiap saat. Alat pelindung ini juga terpisah dari pakaian rider dan biasanya alat ini diganti hingga lebih 100 kali dalam satu musim. Knee Slider ini terbuat dari bahan termoplastik.
Termoplastik ini juga melapisi pakaian rider untuk menghindari penyerapan air pada kulit saat hujan. Dengan demikian pakaian tidak akan menjadi lebih berat karen serapan air ini.

c. Sistem Pendingin
 Baju rider ini dilengkapi dengan sistem pendingin untuk menjaga suhu internal. Sistem pendingin yang ada dibalik pakaian rider ini menggunakan gel-cooled water (powered by ultra-lights batteries dan micra-pumps yang dimasukkan pada bagian punuk).
Selain itu, baju ini juga terdapat sistem komputer data akuisisi, dimana informasi yang dikumpulkan dapat digunakan oleh teknisi untuk menganalisa keadaan fisiologis pengendara pada saat pertandingan maupun latihan. Sensor yang dipasang pada baju pengendara ini berguna untuk menghitung atau mengukur titik tekanan, beban gravitasi, denyut nadi pengendara dan suhu tubuh. Sensor dapat merekam dampak kecelakaan yang dialami oleh rider sebagai informasi yang berguna untuk teknisi dalam mengupdate teknologi pakaian selanjutnya.

Sebagai seorang pengendara motor dan juga mobil, saya sudah semakin hafal dengan perilaku di jalan sehari-hari. Masih banyak yang berperilaku ugal-ugalan sehingga membahayakan pemakai jalan lain, termasuk menggunakan ponsel bahkan ketika mengendarai motor, masih banyak yang mengabaikan faktor safety gear, seperti masih belum memakai helm SNI (bahkan tidak memakai helm), sarung tangan, celana panjang, dan sepatu. Ditambah lagi dengan pelanggaran rambu-rambu lalu lintas seperti traffic light, dan masih banyak lagi. Berbahaya dan membahayakan kan??
Terkait dengan kejadian naas di MotoGP tersebut, Lorenzo misalnya, dengan wearpack kualitas premium saja jari tangannya masih bisa putus. Almarhum Simoncelli lebih parah, dengan helm kualitas sangat baik yang lolos uji Positional Stability dari Snell - untuk memastikan helm tak lepas – pun helmnya masih bisa terlepas dari kepalanya. SG kualitas premium pun masih tidak menjamin nyawa kita, apalagi SG yang asal ada untuk menghindari tilang dari polisi, atau tidak ada sama sekali. Banyak juga orang berpendapat, “Ngapain sih beli helm Nolan, Arai,Shoei?motornya aja skutik biasa?” Hey, kepala lu lebih berharga dari motor lu, bahkan kalo motor lu harganya bermiliar-miliar!. Just think about that guys.

Fokuslah pada 2K (Kontrol, Keamanan)
Kontrol lebih mengarah kepada kontrol diri, kontrol emosi. Bagaimana kita mengendalikan diri kita dari hal-hal yang bisa membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Ketika di susul orang biasanya orang akan “panas” dan dengan instan mengikuti emosinya dan sekejap pun jalanan sudah seperti arena balap liar. Jalanan itu bukan arena balap, kalau mau balapan ya jadi pembalap aja,jangan di jalan. Berkendara pelan tidak buruk, asal tidak mengganggu pengendara lain.
K yang kedua , keamanan, lebih mengarah ke bagaimana kita melindungi diri semaksimal mungkin dari resiko kecelakaan dengan memperhatikan kondisi fisik, motor, dan juga Safety Gears. Ketika tubuh sedang tidak memungkinkan untuk berkendara, jangan memaksa, karena tingkat konsentrasi kita akan sangat menentukan perilaku berkendara kita. Kedua, kondisi motor harus baik, lebih baik lagi dengan merawat secara rutin, agar kejadian yang tidak diinginkan seperti rusak di tengah jalan dapat dihindari. Selain itu harus diperhatikan juga kemampuan dari motor kita. Suatu saat memang kita harus memacu kendaraan lebih cepat, jangan memaksa ngebut dengan kecepatan tinggi apabila motor kita “terbatas“ kemampuannya, terutama bila sistem pengereman masih standar. Safety Gears juga harus mumpuni, jangan asal ada. Karena perangkat inilah yang bakal mengurangi resiko kecelakaan. Untuk perjalanan luar kota terutama, pakailah helm full face bertanda SNI (lebih baik lagi helm premium yang sudah berstandar Snell), body protector (pelindung tulang belakang), celana panjang, sepatu, sarung tangan, dan lain-lain. Jangan lupa berdoa terlebih dahulu untuk keselamatan kita.

So, “How Safe is Your Safety Gear?”
Ps :Thanks to Account fb MotoGP Lover’s buat referensi tentang Safety Gear Rider MotoGP.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar