menurut saya ini artikel yang sangat bagus..
Bisa juga artikel dilihat disini :
Baru-baru
ini 2 kecelakaan besar terjadi dalam perhelatan MotoGP. Jorge Lorenzo, pembalap
andalan Yamaha mengalami putus jari dalam pemanasan di sirkuit Philip Island
Australia, bahkan pembalap Gresini Honda Marco Simoncelli mengalami kecelakaan
yang berujung pada kematian di Sepang, Malaysia 23 Oktober 2011 kemarin.
Ada
beberapa hal yang sangat menarik untuk dibahas terkait dengan kecelakaan naas
tersebut. Seorang pembalap pasti sudah dibekali dengan Safety Gear (SG) dengan
kualitas bintang lima. Sebelumnya, apa
sajakah safety gear yang wajib dikenakan oleh para rider MotoGP tersebut?
Helm
Helm
adalah salahsatu SG paling vital karena berfungsi melindungi bagian kepala dari
benturan. Di MotoGp sendiri, helm-helm yang digunakan sudah pasti mempunyai
kualitas sangat baik dan lolos dari berbagai uji ketahanan helm. Suatu helm
yang layak untuk digunakan dalam MotoGP harus lolos oleh uji yang dilakukan
oleh Snell Foundation, yaitu lembaga yang ditunjuk FIM (lembaga motorsport
internasional) untuk menguji apakah suatu helm aman untuk digunakan atau tidak.
Dalam
uji ketahanan helm tersebut, banyak tahap yang harus dilalui sang helm (source
: MotoGP Lover’s http://www.facebook.com/note.php?note_id=228740343850301),
yaitu :
1. Helm memiliki lapisan
polystyrene dgn tingkat ketebalan 2,5 cm. Lapisan ini berfungsi meredam
benturan saat terjadi kecelakaan.
2. Flame Resistance Test
yaittu Helm harus didinginkan pada suhu -10°C & langsung dipanaskan pada suhu
50°C. Setelah itu, helm direndam di air selama 12 jam untk mengetahui keadaan
helm saat berada dalam kondisi balapan.
3.Impact test yaitu helm
dijatuhkan dari jarak 2,5 meter namun dengan kecepatan 20,8 km/jam plus jatuh
pada permukaan besi.
4. Positional Stability
(Roll-Off) Tes terkait dengan kekuatan tali pengamam yang memastikan helm tidak
terlepas saat sang pembalap terjatuh.
Tes di atas hanya sebagian
ujicoba yg hrs dilewati helm sebelum bisa dipakai membalap.
Total ada tujuh test yang
yang terdiri dari
1.Impact Test.
2. Positional Stability
(Roll-Off) Test.
3. Dynamic Retention Test.
4. Chin Bar Test.
5. Shell Penetration Test.
6. Faceshield Penetration
Test.
7. Flame Resistance Test.
Jika sudah melewati seluruh
syarat tersebut, sebuah helm dipastikan siap digunakan di ajang MotoGP.
Wearpack
Wearpack atau disebut juga
pakaian khusus rider MotoGP memang tidak dibuat sembarangan. Rider MotoGP
paling rentan jatuh ketika sedang mengendarai motornya, dan dengan alasan
tersebut wearpack ini dibuat guna melindungi sekujur badan dari luka yang
parah. Bagaimanakah karakteristik wearpack seorang rider MotoGP??berikut
beberapa detailnya (source : MotoGP Lover’s
http://www.facebook.com/note.php?note_id=228740343850301)
a. Perlindungan
Bahan pakaian yang dikenakan
oleh para rider MotoGP ini harus aerodinamis, kemudahan dalam bernafas, nyaman,
tahan lama, fleksibel, ringan dan tahan air. Bahan yang cocok untuk mendukung
semua syarat tersebut adalah berasal dari kulit kanguru yang lebih tahan, lebih
fleksibel dan lebih ringan dari pada kulit sapi. Kulit kanguru ini bisa
melindungi tubuh yang rentan terhadap dampak kecelakaan seperti bagian
punggung, siku dan lutut
Untuk bagian punggung, bisa
kita lihat pakaian tersebut mempunyai punuk seperti unta. Fungsi dari punuk
tersebut adalah mensejajarkan punggung dengan helm yang digunakan sehingga
leher rider tidak tertekuk ketika jatuh meluncur disirkuit. Selain itu, juga
untuk tempat menyimpan air minum untuk rider yang dihubungkan dengan helm.
Meskipun terlihat mengganggu, namun nyatanya pakaian tersebut tetap fleksibel
untuk memungkinkan gerakan.
Bagian dalam pakaian
tersebut, menggunakan kombinasi bahan dari karbon, kevlar dan titanium yang
didesain sedemikian rupa tanpa membuat rider merasa berat untuk mengenakannya.
Berat total pakaian tersebut berkisar antara 3 kg sampai 3.5 kg.
b. Sepatu Boots, Sarung
Tangan dan Knee Sliders
Selain pakaian yang
dikenakan, ada setelan lagi untuk keselamatan rider ini, yaitu sepatu boots,
sarung tangan dan knee sliders. Sepatu boots ini harus kuat namun fleksibel dan
ringan sehingga tidak memberatkan rider dan juga untuk mengurangi resiko luka
parah yang diakibatkan kecelakaan pada kecepatan yang tinggi.
Demikian pula pada sarung
tangan, harus cukup ringan dan tidak menghalangi rasa pegangan pada setang.
Resiko luka yang paling besar ada pada ibu jari, pergelangan tangan dan telapak
tangan.
Rider ini juga mengenakan
knee sliders. Knee Sliders inilah yang melindungi lutut rider pada saat
berbelok. Pada saat itu slider lutut ini akan menyentuh jalan sirkuit pada
sudut 55o. Maka dari itu, alat ini lama kelamaan akan rusak, sehingga harus
diganti setiap saat. Alat pelindung ini juga terpisah dari pakaian rider dan
biasanya alat ini diganti hingga lebih 100 kali dalam satu musim. Knee Slider
ini terbuat dari bahan termoplastik.
Termoplastik ini juga
melapisi pakaian rider untuk menghindari penyerapan air pada kulit saat hujan.
Dengan demikian pakaian tidak akan menjadi lebih berat karen serapan air ini.
c. Sistem Pendingin
Baju rider ini
dilengkapi dengan sistem pendingin untuk menjaga suhu internal. Sistem
pendingin yang ada dibalik pakaian rider ini menggunakan gel-cooled water
(powered by ultra-lights batteries dan micra-pumps yang dimasukkan pada bagian
punuk).
Selain itu, baju ini juga
terdapat sistem komputer data akuisisi, dimana informasi yang dikumpulkan dapat
digunakan oleh teknisi untuk menganalisa keadaan fisiologis pengendara pada
saat pertandingan maupun latihan. Sensor yang dipasang pada baju pengendara ini
berguna untuk menghitung atau mengukur titik tekanan, beban gravitasi, denyut
nadi pengendara dan suhu tubuh. Sensor dapat merekam dampak kecelakaan yang
dialami oleh rider sebagai informasi yang berguna untuk teknisi dalam
mengupdate teknologi pakaian selanjutnya.
Sebagai
seorang pengendara motor dan juga mobil, saya sudah semakin hafal dengan
perilaku di jalan sehari-hari. Masih banyak yang berperilaku ugal-ugalan
sehingga membahayakan pemakai jalan lain, termasuk menggunakan ponsel bahkan
ketika mengendarai motor, masih banyak yang mengabaikan faktor safety gear,
seperti masih belum memakai helm SNI (bahkan tidak memakai helm), sarung
tangan, celana panjang, dan sepatu. Ditambah lagi dengan pelanggaran
rambu-rambu lalu lintas seperti traffic light, dan masih banyak lagi. Berbahaya
dan membahayakan kan??
Terkait
dengan kejadian naas di MotoGP tersebut, Lorenzo misalnya, dengan wearpack
kualitas premium saja jari tangannya masih bisa putus. Almarhum Simoncelli
lebih parah, dengan helm kualitas sangat baik yang lolos uji Positional
Stability dari Snell - untuk memastikan helm tak lepas – pun helmnya masih bisa
terlepas dari kepalanya. SG kualitas premium pun masih tidak menjamin nyawa
kita, apalagi SG yang asal ada untuk menghindari tilang dari polisi, atau tidak
ada sama sekali. Banyak juga orang berpendapat, “Ngapain sih beli helm Nolan,
Arai,Shoei?motornya aja skutik biasa?” Hey, kepala lu lebih berharga dari motor
lu, bahkan kalo motor lu harganya bermiliar-miliar!. Just think about that
guys.
Fokuslah pada 2K
(Kontrol, Keamanan)
Kontrol
lebih mengarah kepada kontrol diri, kontrol emosi. Bagaimana kita mengendalikan
diri kita dari hal-hal yang bisa membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
Ketika di susul orang biasanya orang akan “panas” dan dengan instan mengikuti
emosinya dan sekejap pun jalanan sudah seperti arena balap liar. Jalanan itu
bukan arena balap, kalau mau balapan ya jadi pembalap aja,jangan di jalan.
Berkendara pelan tidak buruk, asal tidak mengganggu pengendara lain.
K
yang kedua , keamanan, lebih mengarah ke bagaimana kita melindungi diri
semaksimal mungkin dari resiko kecelakaan dengan memperhatikan kondisi fisik,
motor, dan juga Safety Gears. Ketika tubuh sedang tidak memungkinkan untuk
berkendara, jangan memaksa, karena tingkat konsentrasi kita akan sangat
menentukan perilaku berkendara kita. Kedua, kondisi motor harus baik, lebih
baik lagi dengan merawat secara rutin, agar kejadian yang tidak diinginkan
seperti rusak di tengah jalan dapat dihindari. Selain itu harus diperhatikan
juga kemampuan dari motor kita. Suatu saat memang kita harus memacu kendaraan
lebih cepat, jangan memaksa ngebut dengan kecepatan tinggi apabila motor kita
“terbatas“ kemampuannya, terutama bila sistem pengereman masih standar. Safety
Gears juga harus mumpuni, jangan asal ada. Karena perangkat inilah yang bakal
mengurangi resiko kecelakaan. Untuk perjalanan luar kota terutama, pakailah
helm full face bertanda SNI (lebih baik lagi helm premium yang sudah berstandar
Snell), body protector (pelindung tulang belakang), celana panjang, sepatu,
sarung tangan, dan lain-lain. Jangan lupa berdoa terlebih dahulu untuk
keselamatan kita.
So,
“How Safe is Your Safety Gear?”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar